TUJUAN PENDIDIKAN
(Kajian Menurut Tokoh Pendidikan: Ki Hajar Dewantara, K.H. Hasyim Asy’ari, Ibnu Khaldun, Jhon Dewey, Lengeveld)
Dwi Wahyu Nur Arifin
Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Madura
Jalan Panglegur km 4 Pamekasan Kode Pos 69371
E-mail: ayuraden6@gmail.com
Abstrak
Artikel ini dibuat dengan tujuan tak lain adalah untuk pembelajaran serta pengetahuan tentang tujuan pendidikan yang mana kta akan mendalami apa yang dituju dan sasaran dalam pendidikan. Dalam tujuan pendidikan ini ada beberapa tujuan yang disampaikan oleh bebrapa tokoh yakni Ki Hajar Dewantara, K.H Hasyim Asy’ari, Ibnu Khaldun, Jhon Dewey dan Lengeveld. Dan tujuan disini menjadi tolok ukur suatu pendidikan apakah berjalan dengan benar yakni sesuai tujuan ataukah tidak benar, yakni tidak sesuai dengan tujuan.
Kata Kunci: Tujuan Pendidikan dan Pendapat Para Ahli
Pendahuluan
Jika dilihat dari sepengetahuanpintas tujuan adalah hasil akhir yang diidamkan, akan tetapi jika dilihat dari sepengatahuan yang lebih mendalam tujuan adalah sebuah hasil yang ditetapkan atau yang ingin dituju sebelum melaksanakan sesuatu yang dijadikan sebagai tolok ukur terlaksananya sesuatu tersebut.
Maka beberapa tokoh pendidikan adalah perubahan yang diharapakan pada subjek didik setelah mengalami proses pendidikan baik tingkah laku individu dan kehidupan pribadinya maupun kehidupan masyarakat.
Ada beberapa tokoh yang menjabarkan tujuan pendidikan diantaranya ialah Ki Hajar Dewantara, K.H Hasyim Asy’ari, Ibnu Khaldun,Jhon Dewey dan Lengeveld
Pembahasan
Suatu proses pendidikan diharapkan dapat membuat perubahan terhadap objek pendidikan yang tak lain adalah murid, siswa, atau santri kalau di dalam lembagpendidikan pesantren yakni perubahan pengetahuan serta sikap dan tingkah laku terhadap dirinya, masyarakat lenih-lebih terhadap Tuhannya merupakan pengertian dari tujuan pendidikan.
Menurut UU No. 20 2003 (Bab II Pasal 3) menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat , berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demoktaris serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa, akan tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak, tidak kelihatan panca indra tetapi bisa dihayati dan dipahami oleh pemiliknya. Dalam kegiatan pendidikan, tujuan memiliki kedudukan yang sangat penting. Lebih-lebih bila dibandingkan diantara aneka komponen lain dalam penyelenggaraan pendidikan, tujuan pendidikan merupakan komponen yang amat vital. Sehingga dapat dikatakan bahwa semua komponen diadakan, seluruh kegiatan pendidikan diupayakan, semua semata-mata hanyalah tertuju kepada pencapaian tujuan pendidikan
Adapun tujuan pendidikan menurut para ahli sebagai berikut:
- Menurut Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan nasional telah banyak berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia dalam perkembangan di era kolonial rakyat Indonesia didalam pendidikan dikesampingkan tau tidak adil. Oleh karena itu beliau menggas konsep pendidikan dan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi pribumi agar masyarakat pribumi dapat mengeyam pendidikan ataupun dalam kepungan penjajah kolonial dan dapat berkontribusi bagi baiknya pendidikan di Indonesia.
Menurut Ki Hajar Dewantara tujuan pendidikan adalah tercapainya kesempurnaan hidup pada diri anak didik atau bisa dikatakan penguasaan diri, sebab disinilah pendidikan memanusiakan manusia. Penguasaan diri adalah langkah yang dituju untuk tercapainya pendidikan memanusiakan manusia. Ketika peserta didik mampu menguasai dirinya, maka mereka akan mampu untuk menentukan sikapnya. Dengan demikian akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa.
- K.H. Hasyim Asy’ari
K.H. Hasyim Asy’ari merupkn tokoh pejuang dan pendidik yang luar biasa, beliau mendidik anak didiknya dengan ajaran yang lemah lembut dibawah naungan pesantren yang beliau berjuang dirikan, dimasa penjajahan belanda dan jepang beliau berjuang keras terhadap pendidikan terutama pendidikan agama.
Menurut K.H. Hasyim Asy’ari tujuan pendidikan adalah utuk membentuk masyarakat yang beretika tnggi (akhlaqul kariamah). Rumusan ini secara implisit dapat terbaca dari beberapa hadist dan pendapat ulama’ uang dikutipkan. Kiai Hasyim tidak merumuskan definisi belajar secara konkret dalam karyanya adab ‘Alim Wal Muta’allim,untuk mendapatkan rumusan yang jelas tentang konsep belajar beliau, mau tidak mau harus menarik pengertian keseluruhan isi kitab, baru kemudian dicoba dirumuskan definsi tersebut.
- Ibnu Khaldun
Menurut Ibnu Khaldun tujuan pendidikan adalah mentransformasikan nilai-nilai yang diperoleh dari pengalaman untuk dapat mempertahankan eksistensi manusia dalam peradaban masyarakat dan mencapai kebahagiaan ukhrawi tanpa mengesampingkan kebahagiaan duniawi. Artinya tujuan pendidikan menurut beliau harus berorientasi pada keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.
Jhon Dewey
Menurut Jhon Dewey bahwa setiap tujuan pendidikan adalah usaha atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lain yang lebih tinggi, artinya ialah tujuan dari pada pendidikan adalah untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi seperti tujuan pendidikan SMA adalah untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi atau kuliahan.
- Lengeveld
Menurut Lengeveld bahwa tujuan pendidikan adalah terwujudnya manusia dewasa. Disini lengeveld menyinggung banyaknya orang yang mempunyai pendidikan tinggi tetapi tidak dapat menerapkan ilmunya tersebut, artinya pendidikan tersebut tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk baginya.
Kesimpulan
Tujuan pendidikan ialah seperangkat sasaran kemana pendidikan itu diarahkan. Sasaran yang ingin dicapai melalui pendidikan memiliki ruang lingkup sama dengn fingsi pendidikan. Wujud tujuan pendidikan dapat berupa pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap. Sehingga tujuan pendidikan bisa dimaknakan sebagai suatu sistem nilai yang disepakati kebenaran dan kepentingannya yang ingin dicapai melalui berbagai kegiatan, baik jalur sekolah maupun luar sekolah.
Dalam kegiatan pendidikan, tujuan memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting. Fungsi tujuan pendidikan adalah memgarahkan, memberikan orientasi, fan memberikan pedoman kearah mana pendidikan diselenggarakan sebaik-baiknya. Tujuan pendidikan dibedakan menjadi 6 macam, yaitu: tujuan umum, tujuan khusus, tujuan seketika, tujuan sementara, tujuan tidak lengkap, dan tujuan perantara, beberapa ahli merumuskan tujuan pendidikan, antara lain Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah terwujudnya kesempurnaan hidup pada anak didik. Sedangkan menurut Langeveld menyebut tujuan pendidikan adalah terwujudnya manusia dewasa.
Daftar Pustaka
Maunah Binti, 2009, Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Teras
Dardiri Ahmad, 3005, Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Ilmu
Rohman Arif, 2009, Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Laks Bang Mediatama
Mawardi Kholid,2008, Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan: moralitas Pemikiran Pendidikan K.H Hasyim Asy’ari,Yogyakarta: Insania
Wahab Rochmat, 2010, Memahami Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: LaksBang Mediatama.
Komentar
Posting Komentar